Jumat, 20 April 2012 - 13:01:34 WIB | di baca 46x
Tren memotret meningkat pesat dalam 5 tahun terakhir. Jutaan frame
dihasilkan per hari dan ini sulit dibayangkan 10 tahun lalu. Teknologi
kamera yang semakin murah dan software yang semakin memukau membuat hobi
ini mencuat tidak terkira.
Namun, bagi yang baru memulai pada kesenangan visual ini, biasanya berkutat pada pertanyaan-pertanyaan klasik berikut. Apa saja?
1. Kamera apa yang paling bagus?
Dari
sisi kualitas gambar, tentu teknologi kamera medium format dan large
format tidak ada yang mengalahkan. Namun, dari sisi kepraktisan dan bagi
yang mau belajar fotografi, barangkali kamera jenis ini perlu Anda
lupakan dulu.
Pilihlah kamera Digital Single Lens Reflect (DSLR).
Bentuknya yang simpel dan fitur yang mudah dioperasionalkan sangat
cocok bagi siapa saja. Kamera saku juga tidak tabu untuk mempelajari
fotografi.
2. Merk kamera apa yang paling jago?
Ini
merupakan pertanyaan umum dan paling populer saat akan menerjuni dunia
fotografi. Pertanyaan ...
Selengkapnya (0 komentar)
Tren memotret meningkat pesat dalam 5 tahun terakhir. Jutaan frame
dihasilkan per hari dan ini sulit dibayangkan 10 tahun lalu. Teknologi
kamera yang semakin murah dan software yang semakin memukau membuat hobi
ini mencuat tidak terkira.
Namun, bagi yang baru memulai pada kesenangan visual ini, biasanya berkutat pada pertanyaan-pertanyaan klasik berikut. Apa saja?
1. Kamera apa yang paling bagus?
Dari
sisi kualitas gambar, tentu teknologi kamera medium format dan large
format tidak ada yang mengalahkan. Namun, dari sisi kepraktisan dan bagi
yang mau belajar fotografi, barangkali kamera jenis ini perlu Anda
lupakan dulu.
Pilihlah kamera Digital Single Lens Reflect (DSLR).
Bentuknya yang simpel dan fitur yang mudah dioperasionalkan sangat
cocok bagi siapa saja. Kamera saku juga tidak tabu untuk mempelajari
fotografi.
2. Merk kamera apa yang paling jago?
Ini
merupakan pertanyaan umum dan paling populer saat akan menerjuni dunia
fotografi. Pertanyaan ... Selengkapnya (0 komentar)
Selasa, 10 April 2012 - 11:24:04 WIB | di baca 49x
Memotret subjek di dalam akuarium seperti ikan memang agak tidak
biasa dan menantang. Berikut ini beberapa tips supaya fotonya sukses.
1. Tentukan eksposur yang tepat
Menurut pengalaman saya, seringkali kamera kita akan memilih exposure
yang terlalu terang karena terpengaruh dengan warna gelap ikan atau
latar belakangnya. Kita bisa mengunakan mode manual dan mengatur
exposure, atau dapat mengunakan fungsi exposure compensation jika mengunakan mode P, A/Av, S/Tv.
2. Jangan kuatir memakai ISO tinggi
Biasanya kita memotret ikan di dalam ruangan, maka cahayanya pun
biasanya tidak begitu terang. Jangan lupa gunakan ISO tinggi supaya kita
bisa mendapatkan shutter speed yang cepat pula. Subjek yang bergerak
seperti ikan membutuhkan shutter speed sekitar 1/80-1/125 supaya tidak
blur.
ISO 1000 52mm f/3.5 1/80 detik - Ikan Louhan
sebenarnya bukan ikan yang gesit, tapi shutter speed yang lumayan cepat
dibutuhkan untuk mencegah blur, maka dari itu ISO ...
Selengkapnya (0 komentar)
Memotret subjek di dalam akuarium seperti ikan memang agak tidak
biasa dan menantang. Berikut ini beberapa tips supaya fotonya sukses.
1. Tentukan eksposur yang tepat
Menurut pengalaman saya, seringkali kamera kita akan memilih exposure
yang terlalu terang karena terpengaruh dengan warna gelap ikan atau
latar belakangnya. Kita bisa mengunakan mode manual dan mengatur
exposure, atau dapat mengunakan fungsi exposure compensation jika mengunakan mode P, A/Av, S/Tv.
2. Jangan kuatir memakai ISO tinggi
Biasanya kita memotret ikan di dalam ruangan, maka cahayanya pun
biasanya tidak begitu terang. Jangan lupa gunakan ISO tinggi supaya kita
bisa mendapatkan shutter speed yang cepat pula. Subjek yang bergerak
seperti ikan membutuhkan shutter speed sekitar 1/80-1/125 supaya tidak
blur.
ISO 1000 52mm f/3.5 1/80 detik - Ikan Louhan
sebenarnya bukan ikan yang gesit, tapi shutter speed yang lumayan cepat
dibutuhkan untuk mencegah blur, maka dari itu ISO ... Selengkapnya (0 komentar)
Kamis, 01 Maret 2012 - 15:24:39 WIB | di baca 60x
Kemunculan kamera Lytro sontak membuat para pecinta fotografi terhenyak.
Muncul di antara jajaran kamera tradisional, Lytro menawarkan sesuatu
yang tidak bisa didapat dari kebanyakan kamera yang sudah ada, yakni
penentuan fokus setelah menjepret.
Penasaran dengan kamera ini? Berikut sekilas reviewnya yang dikumpulkan detikINET dari berbagai sumber.
Yang pertama patut dicatat dari Lytro ialah bahwa ia memakai teknologi light filed. Alih-alih hanya menangkap warna dan cahaya saja, kamera light field juga
mengukur arah vektor cahaya. Manfaatnya adalah, ia bisa memungkinkan
pengguna untuk menjepret obyek terlebih dulu, lantas menentukan fokusnya
belakangan.
Body Kamera
Dengan desain yang
diusung, ia tidak terlihat seperti kamera, malahan lebih mirip teleskop
atau senter. Panjangnya 4.41 inch dan tinggi serta lebarnya 1.61 inch.
Untuk lensa dan LCD, ia ditempatkan di kedua sisi kamera yang berbalut
alumunium shell ini.
Display & Daya Tahan ...
Selengkapnya (0 komentar)
Kemunculan kamera Lytro sontak membuat para pecinta fotografi terhenyak.
Muncul di antara jajaran kamera tradisional, Lytro menawarkan sesuatu
yang tidak bisa didapat dari kebanyakan kamera yang sudah ada, yakni
penentuan fokus setelah menjepret.
Penasaran dengan kamera ini? Berikut sekilas reviewnya yang dikumpulkan detikINET dari berbagai sumber.
Yang pertama patut dicatat dari Lytro ialah bahwa ia memakai teknologi light filed. Alih-alih hanya menangkap warna dan cahaya saja, kamera light field juga
mengukur arah vektor cahaya. Manfaatnya adalah, ia bisa memungkinkan
pengguna untuk menjepret obyek terlebih dulu, lantas menentukan fokusnya
belakangan.
Body Kamera
Dengan desain yang
diusung, ia tidak terlihat seperti kamera, malahan lebih mirip teleskop
atau senter. Panjangnya 4.41 inch dan tinggi serta lebarnya 1.61 inch.
Untuk lensa dan LCD, ia ditempatkan di kedua sisi kamera yang berbalut
alumunium shell ini.
Display & Daya Tahan ... Selengkapnya (0 komentar)
Rabu, 11 Januari 2012 - 09:59:02 WIB | di baca 55x
Jakarta - Night photography bisa menghasilkan
foto yang menawan. Dengan settingan yang tepat, foto yang memiliki
background gelap dan lampu jalan atau lampu gedung akan menjadi karya
yang menggugah hati.
Apapun obyeknya, membidik di malam hari
memang membutuhkan kemampuan dan teknis yang cukup. Pun juga jika Anda
ingin mengabadikan acara di konser atau pertunjukan indoor
dengan kondisi cahaya yang minim, aturannya tetap sama. Berikut tips
untuk pengambilan gambar di malam hari seperti yang dikutip detikINET dari PCWorld, Senin (14/11/2011):
1. Kamera & Tripod
Hampir
semua digital kamera modern mampu membidik obyek pada malam hari dengan
baik. Pakailah mode manual exposure atau bila tidak ada, pilih mode
night scene. Plus, Anda harus memiliki tripod karena dengan exposure
yang memakan waktu beberapa detik, menstabilkan kamera menjadi poin
wajib. Disarankan juga untuk memakai self-timer atau remote control guna
memicu shutter.
2. Menangkap ...
Selengkapnya (1 komentar)
Jakarta - Night photography bisa menghasilkan
foto yang menawan. Dengan settingan yang tepat, foto yang memiliki
background gelap dan lampu jalan atau lampu gedung akan menjadi karya
yang menggugah hati.
Apapun obyeknya, membidik di malam hari
memang membutuhkan kemampuan dan teknis yang cukup. Pun juga jika Anda
ingin mengabadikan acara di konser atau pertunjukan indoor
dengan kondisi cahaya yang minim, aturannya tetap sama. Berikut tips
untuk pengambilan gambar di malam hari seperti yang dikutip detikINET dari PCWorld, Senin (14/11/2011):
1. Kamera & Tripod
Hampir
semua digital kamera modern mampu membidik obyek pada malam hari dengan
baik. Pakailah mode manual exposure atau bila tidak ada, pilih mode
night scene. Plus, Anda harus memiliki tripod karena dengan exposure
yang memakan waktu beberapa detik, menstabilkan kamera menjadi poin
wajib. Disarankan juga untuk memakai self-timer atau remote control guna
memicu shutter.
2. Menangkap ... Selengkapnya (1 komentar)
Senin, 12 Desember 2011 - 07:47:02 WIB | di baca 183x
"Pengguna kamera digital akan terlihat konyol bila masih saja
memakai mode M (Manual)," demikian dikatakan oleh Marrysa Tunjung Sari
atau akrab dipanggil Sasha di awal sesi workshop miliknya.
Namun
tentu saja pernyataan tersebut berlaku untuk kondisi-kondisi tertentu,
terutama untuk pemotretan jurnalistik di mana seorang fotografer tidak
boleh ketinggalan moment hanya karena terlalu lama melakukan pengaturan.
Hampir semua jajaran kamera sekarang sudah memiliki lightmeter, itulah
alasan yang dikemukakan atas pernyataannya tersebut. Dengan mode Av/A/F
(tergantung merk kameranya) atau Tv/S, pengguna kamera sudah mendapatkan
pengaturan yang lebih gampang.
"Para vendor kamera sudah
memperhitungkan banyal hal dengan menghadirkan mode-mode tersebut" papar
sosok yang dikenal dengan nama Twitter @poeticpicture ini lebih lanjut.
Dengan
Av, fotografer tinggal mengatur bukaannya, sedang shutternya akan
mengikuti secara otomatis. Kebalikan dengan ...
Selengkapnya (1 komentar)
"Pengguna kamera digital akan terlihat konyol bila masih saja
memakai mode M (Manual)," demikian dikatakan oleh Marrysa Tunjung Sari
atau akrab dipanggil Sasha di awal sesi workshop miliknya.
Namun
tentu saja pernyataan tersebut berlaku untuk kondisi-kondisi tertentu,
terutama untuk pemotretan jurnalistik di mana seorang fotografer tidak
boleh ketinggalan moment hanya karena terlalu lama melakukan pengaturan.
Hampir semua jajaran kamera sekarang sudah memiliki lightmeter, itulah
alasan yang dikemukakan atas pernyataannya tersebut. Dengan mode Av/A/F
(tergantung merk kameranya) atau Tv/S, pengguna kamera sudah mendapatkan
pengaturan yang lebih gampang.
"Para vendor kamera sudah
memperhitungkan banyal hal dengan menghadirkan mode-mode tersebut" papar
sosok yang dikenal dengan nama Twitter @poeticpicture ini lebih lanjut.
Dengan
Av, fotografer tinggal mengatur bukaannya, sedang shutternya akan
mengikuti secara otomatis. Kebalikan dengan ... Selengkapnya (1 komentar)




Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 
